Forum silaturahim, atau sering disebut Forsa adalah salah satu kegiatan kebersamaan dan dakwah dari IPNU IPPNU. Kegiatan ini sangat familiar dikalangan Pelajar Nahdlatul Ulama (NU) khususnya di wilayah kota cethe Tulungagung. Begitu juga di kecamatan Ngunut. Seperti hari ini (25/12), seluruh pelajar NU kecamatan Ngunut berkumpul di desa Balesono. Mereka mengikuti rutinitas yang diadakan setiap Ahad Wage, yakni Forsa. Forsa kali ini bertempat tepat di Balai Desa Balesono dengan bertemakan “Perang Melawan Narkoba upaya Menyelamatkan Generasi Penerus Bangsa”. Khotmil Quran menandai dimulainya pra acara Forsa, dilanjutkan pada penampilan dari tim Hadroh yang mengiringi kedatangan para Pelajar NU dari seantero Kecamatan Ngunut. MC sebagai pemandu acara naik ke atas panggung dan membuka acara. Dilanjutkan, pembacaan tilawatil Qur’an membius dan mendinginkan suasana peserta Forsa. 

Dalam sambutannya, PAC IPNU IPPNU Ngunut yang diwakili oleh rekanita Ana Maria Ulfa menyampaikan beberapa pengumuman terkait agenda PAC kedepannya. Tidak hanya itu, rekanita Maria menambahkan pentingnya saat ini pelajar NU untuk melek media, paling tidak media sosial (Instagram). Untuk itu “rekan dan rekanita silahkan memfoto kegiatan forsa dan kegiatan ranting kalian. Dan silahkan diunggah di akun Instagram, kemudian tag akun IG @pacipnuippnungunut dengan hastag #ngunutkeren.” Hal ini sebagai media dakwah dan eksistensi dari pada organisasi.

Forsa kali ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat. Selain dari Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama desa Balesono turut hadir pula Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Kabupaten Tulungagung, bahkan Kepala Desa Balesono. Dalam sambutannya, Ibu Siti Masitoh selaku Kepala Desa memberikan semangat motivasi kepada seluruh pelajar NU khusunya dari ranting Balesono, “Ayo kita geliatkan kita semarakkan kegiatan yang bersifat kepelajaran. Saya salut akan kekompakan para pelajar NU ini.” Memang, kali ini peserta Forsa membludak. “Saya kira cuma 200an orang, ternyata hampir 300an orang yang datang. Mungkin ini juga efek dari hari libur. Tapi Alhamdulillah, berkat bantuan panitia pelaksana, seluruh peserta bisa duduk dengan nyaman.” Ujar salah satu Rekan dari PAC.

Sebagai puncak acara, Forsa kali ini diisi Mauhidloh Hasanah yang disampaikan oleh beliau Almukarram K.H. A. Yasin dari Ngantru Tulungagung. Dalam mauhidlohnya beliau menegaskan kita harus mencintai nabi Muhammad. Salah satu perwujudan dari mencintai Nabi ialah dengan bersholawat kepadanya. “IPNU IPPNU iku kudune seneng sholawat.” Imbuh beliau. Beliau juga menghimbau kepada para pelajar NU untuk selalu menghormati ulama dan tentunya mencintai Nahdlatul Ulama. “Ulama itu pewaris para ambiya’. Nah makane ayo do njogo NU” dawuh beliau. Beliau juga berpesan melalui IPNU IPPNU, sepatutnya kita jaga regenerasi NU kedepannya. Dan beliau juga menginstruksikan kepada seluruh pelajar NU untuk katakan tidak pada narkoba  “Narkoba itu merusak generasi bangsa..” imbuh beliau.

Pada sesi akhir, salah satu inovasi dari ranting shohibul bait yakni mengadakan lomba menggambar poster anti narkoba. Hal ini sebagai wujud kepedulian IPNU IPPNU ranting Balesono terhadap nasib penerus generasi bangsa. Panita pelaksana daripada Forsa yakni Rekanita Arin, Rekanita Vindian dan juga Rekanita Debby menjelaskan “Kami mengambil tema tentang Narkoba karena kami merasa belum ada selama ini dalam pelaksanaan Forsa, yang mengangkat tema tersebut. Padahal sekarang ini bahaya narkoba semakin menjadi jadi. Harapannya dengan mengangkat tema dan mengadakan lomba poster anti narkoba, kedepannya para pelajar NU lebih waspada terhadap bahaya narkoba.” Kata meraka semangat.

Akhirnya, juri memutuskan juara pertama lomba poster Anti Narkoba dimenangkan oleh PR IPNU IPPNU Desa Samir disusul juara kedua dan ketiga dari Purworejo dan Kromasan. (ibl)