Akhir-akhir ini banyak yang bingung, penasaran, dan ingin tahu tentang bendera umat Islam yang disebut Liwa dan Rayah. Bendera-bendera tersebut mencuat ke permukaan dengan ramai setelah saudara muslim kita dari kalangan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) dan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) mengklaim bahwa mereka menjunjung dan mengibarkan Panji Rasulullah. Lantas, pertanyaan yang muncul adalah benarkah itu bendera umat Islam dari Rasulullah?

Bagi anda yang belum tahu ini adalah bendera Liwa dan Rayah yang (katanya) merupakan bendera umat Islam.

Bendera Liwa dan Rayah beserta dalil yang mendasarinya (Diambil dari laman resmi Hizbut Tahrir Indonesia)

Tulisan ini diambil dari Rois Syuriuah PCI Nahdlatul Ulama Australia -New Zealand & Dosen Senior Monash Law School yang diposting oleh media Santri Online melalui laman resmi facebook-nya. Berikut merupakan pembahasannya:

1. Saya mau bahas ini utk para jomblo soal bendera Rasul. Jangan mau dibohongi sama ISIS dan HTI yah
2. ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yg mereka miliki adalah sesuai dg Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak!
3. Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya? Ayoooo

Kedua belah pihak sama-sama mengklaim bendera Rasulullah tapi tidak sama desain dan khat tulisannya

4. Buat yg jomblo dan lagi manyun  simak yah penjelasan saya soal bendera Islam ini. Manyun-manyun berpahala hehehe
5. Secara umum hadits-hadits yg menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih.

6. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yang bilang hitam saja, ada yang  bilang putih saja, ada riwayat yang bilang hitam dan putih, malah ada yang kuning
7. Dalam sejarah Islam juga beda lagi. Ada yang bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga putih
8. Konteks bendera dan panji dipakai Rasul itu sewaktu perang untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara

9. Jadi kalau ISIS dan HTI tiap saat mengibarkan liwa dan rayah, emangnya kalian mau perang terus? Kok kemana-mana mengibarkan bendera perang?
10. Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera merah putih. Masak ada negara dalam negara?! makar!
11. Oke sekarang bagaimana status hadits soal bendera ini? Kita bahas yah pelan-pelan
12. Hadis riwayat Thabrani dan Abu Syeikh yg bilang bendera Rasul hitam dan panjinya putih itu dhaif

13. Riwayat Thabrani ini dhaif karena ada rawi yg dianggap pembohong yaitu Ahmad bin Risydin. Bahkan kata Imam Dzahabi, dia pemalsu hadits

14. Riwayat Abu Syeikh dr Abu Hurairah itu dhaif karena kata Imam Bukhari rawi yg namanya Muhammad bin Abi Humaid itu munkar
15. Riwayat Abu Syeikh dari Ibn Abbas haditsnya masuk kategori hasan, bukan shahih
16. Riwayat lain bendera Rasul yg warnanya hitam, atau putih, atau kuning atau merah itu gak ada tulisan apa-apa
17. Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu beda dg di bendera ISIS dan HTI
18. Jaman Rasul tulisan al-Qur’an belum ada titik dan khatnya masih pra Islam yaitu khat kufi
19. Makanya meski mirip bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kenapa ayo? Kan sama-sama mengklaim bendera Islam? Itu karena rekaan mereka saja
20. Gak ada contoh yg otentik dan sahih bendera Rasul itu seperti apa. Itu rekaan orang-orang ISIS dan HTI berdasarkan hadits-hadits yang tidak sahih
21. Jadi jangan mau dibohongin yah sama bendera Islam-nya HTI dan ISIS. Perkara ini bukan masuk kategori syari’ah yg harus ditaati (Selesai) Ikbar Al Asyari (Pers PC.IPNU Tulungagung).