Untuk yang kesekian kali, PAC IPNU IPPNU Rejotangan telah selesai dan sukses menggelar kegiatan Forsha pada hari ini, Ahad 25 Nopember 2016. FORSHA adalah kegiatan rutin setiap selapan (40 hari) yang sudah terlaksana turun temurun setiap Ahad Wage dan bergilir di seluruh Ranting se Kecamatan Rejotangan. Forsha kali ini bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Buntaran dihadiri sekitar 250 anggota IPNU IPPNU dan beberapa tamu undangan diantaranya, Rekanita Suliana (Ketua PC IPPNU Tulungagung) dan jajarannya, Senior dan alumni PAC IPNU IPPNU Rejotangan, Bapak Zumrohani (Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Rejotangan), Wakil Camat Rejotangan, Ketua NU Ranting Buntaran dan beberapa tamu undangan lainnya.

Pada pukul 08.00 Forsha di awali dengan Tahlilan bersama sebagai usaha nguri-nguri budaya, tradisi, dan amaliyah-amaliyah NU yang dalam hal ini dipimpin oleh pengurus PAC IPNU Rejotangan secara bergilir. Dilanjutkan dengan hiburan lantunan Sholawat dari PR IPNU IPPNU Buntaran. Singkat kegiatan, MC yang merupakan delegasi PR IPNU IPPNU Tanen mulai membuka acara. Dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alqur’an oleh rekan Niam (Pengurus PR IPNU Rejotangan), yang baru saja terlantik tadi malam. Kemudian Tim Mars yang terdiri dari anggota pilihan dari Gabungan ranting-ranting se Kecamatan Rejotangan menyanyikan beberapa lagu dan mars diantaranya Indonesia Raya, Mars IPNU, Mars IPPNU dan Syubbanul Wathon.
Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, diantara sambutan oleh Rekan Choirul Anwar (Ketua PAC IPNU Rejotangan), kemudian sambutan oleh Bapak Zumrohani (Wakil Ketua Tanfidziyah MWC NU Rejotangan). Dalam sambutannya, beliau juga mengajak peserta Forsha untuk menegaskan identitas diri sebagai NU digambar kan dengan ajakan menyanyikan syair NU nya di dadaku, NU nya kebanggaanku, ku yakin, bersama-sama pasti Maju yang di ikuti serentak dan riuh oleh seluruh peserta forsha.
Dilanjutkan dengan halaqoh forum ilmiah yang disampaikan oleh Moh. Syaiful Arif, S.Kom (Ketua PAC IPNU Rejotangan masa khidmat 2013-2015) dengan materi “Semangat dan pentingnya eksistensi Pelajar NU”, dia menjelaskan “Kita sebagai pelajar NU harus berani menunjukkan eksistensi kita dimanapun berada, ikuti perkembangan zaman. Silakan dengan bangga kita tunjukkan bahwa kita pelajar NU. Upload di Bbm, IG, FB dsb dengan hastag saya putri NU, saya pelajar NU, saya IPNU, saya IPPNU, setelah ini saya akan cek masing-masing fb kalian. Ingat itu. Ketika dalam hati sudah ikrar, semua akan ikhlas dan nilai juang kita akan meningkat.”  Tidak cukup di situ, tibalah acara pemecah suasana dan gelegar semangat peserta yaitu penampilan Kamampuan/pentas kesenian delegasi Ranting-ranting diantaranya adalah Perkusi/seni angklung dari 6 anggota PR IPNU IPPNU Buntaran yang lincah dan mahir memainkan masing-masing bagiannya. Ada 3 angklung, 1 bass dan beberapa alat lainnya. Seni vocal solo dari PR IPNU IPPNU Karangsari yang  membawakan lagu Surat Cinta Untuk Starla yang gayanya bak penyanyi pop profesional dan PR IPNU IPPNU Tanen yang membawakan lagu berjudul “Pantaskah aku” dengan dangat Indah. Puisi dengan back sound PR IPNU IPPNU Sumberagung, hadroh PR IPNU IPPNU Sukorejo Wetan, dan masih banyak lagi, yang semuanya ini mereka tampilkan dengan berbagai persiapan dan latihan serta motivasi yang kuat. Hal ini sesuai tuntutan zaman yang mengharuskan pelajar untuk giat mengembangkan potensi, diantaranya dengan mengasah keterampilan atau kesenian. Kemudian acara  ditutup dengan Siraman Motivasi dan Apresiasi dari rekanita Suliana dan penyerahan hadiah bagi ranting dengan peserta terbanyak yaitu PR IPNU IPPNU Tanen.

“Yang terpenting dari kegiatan ini adalah menambah intensitas pertemuan antar anggota IPNU IPPNU se Rejotangan sehingga mereka bisa semakin akrab dan diharapakn dalam forum ini selain bisa bertemu kita juga bisa mendapat tambahan ilmu dengan adanya forum ilmiah dalam berbagai materi” tutur rekan Choirul Anwar (Ketua PAC IPNU Rejotangan) lebih lanjut  ketua rekanita Irma Fauziah (Ketua PAC IPPNU Rejotangan) menambahkan ” semoga dengan berbagai ajang kreatifitas/seni ini bisa menarik dan membangun semangat keikutsertaan para kader, karena IPNU IPPNU adalah wadah dan asah bagi pelajar NU, terbukti dari penampilan-penampilan tadi ternyata kita lihat kader IPNU IPPNU ada yang jago nyanyo POP. Potensi dari kader IPNU IPPNU perlu kita kembangkan semaksimal mungkin agar kelak disuatu saat nanti dapat berguna bagi agama, bangsa dan negara. (Irma Fauziyah)