oleh : Badrun Sang Murid

 

Bagaimana tidak hebat

Rutinitas pagi harus serba hemat

Bangun tepat

Mandi cepat

Sarapan pun kalau sempat

 

Guruku Hebat

Jam 05.00 subuh sudah wangi

Menjemput sang pelangi

Mengantarkannya meraih mimpi

Demi Ibu Pertiwi

 

Guruku Hebat

Bertahun tahun menahan diri

Dari keinginan hati

Dari nafsu duniawi yang menghampiri

Walau kadang makan hati

 

Guruku Hebat

Bagaimana tidak hebat

Tiap hari menopang martabat

Walau kadang tak bersahabat

Namun tetap harus kuat

 

Guruku tetap hebat

Dalam kekurangan tetap bertahan

Dalam kesederhanaan tetap diam

Dalam kemakmuran tetap tenang

 

Guruku memang hebat

Meskipun bukan konglomerat

Namun tak melarat

Meski bukan bangsawan

Namun tetap menawan

 

Guruku Hebat

Mendidik anak negeri

Sepenuh hati

Mengajarkan budi pekerti

Agar menjadi insan yang bernurani

Tanpa harus menyakiti

 

Guruku tetap yang Hebat

Gaji kecil tak sakit hati

Gaji cukup tak sombong diri

Meski banyak yang iri hati

Karena guru dapat sertifikasi

 

Guruku memang hebat

Karena sertifikasi dituntut kompetensi

Kalau tak mau diamputasi

Oleh penguasa negeri yang katanya “baik hati”

 

Guruku Memang Hebat

Meski mutasi dan gandanya kompetensi

Mengancam diri

Tak menjadikannya patah hati

Mengabdikan diri untuk negeri

Sambil menunggu panggilan surgawi.