Tulungagung (pcipnuippnutulungagung.or.id) –  dalam rangka melanjutkan misi “Hijaukan Bumi Lawadhan,” kamis (22/11/2018) IPNU IPPNU Ranting Wates menggelar Sholawat hormat Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Huda dusun Cangkring.

Lawadhan adalah nama lain dari desa Wates. Di sinilah cikal bakal adanya Kabupaten Tulungagung.

Konon dahulu ada padepokan di daerah Karang Sawit yang terletak di desa Wates, dari padepokan inilah asal usul Kabupaten Tulungagung. Pada masa itu, desa Wates sering  mengalami banjir besar, maka dari itu Pendopo Kabupaten diletakkan di daerah utara, atau di Kecamatan Tulungagung.

Masyarakat disini dapat dibilang “Abangan”, sehingga ketertarikan dengan religiusitas masih kurang.  Bahkan IPNU IPPNU di desa ini vakum sejak tahun 80an, dan masih berdiri lagi terhitung mulai 03 Juli 2018.

“Kita memang masih merintis di sini, jadi ya harus dengan cara santai tapi nyata, kita buktikan bahwa kita bisa,” ujar Rekan Aji selaku ketua PR IPNU Wates.

Senada dengan partnernya, Rekanita Nindi selaku ketua PR IPPNU Wates juga mengatakan bahwa “Perlu memasukkan unsur-unsur agama dalam setiap kegiatan umum, agar masyarakat semakin respect  terhadap kegiatan keagamaan.”

“Kita tidak bisa langsung memaksa masyarakat untuk respect terhadap kegiatan keagamaan, karena semua perlu proses. Ya kita sisipkan perlahan-lahan, sebab Islam itu harus disampaikan berdasarkan zaman dan kondisi masyarakatnya kan.  Alhamdulillah sejauh ini respon masyarakat terhadap IPNU IPPNU sangat baik.” terang Rekanita Nindi.

Sebelumnya, PR IPNU IPPNU Wates juga mengadakan Sepeda Hias 28 Oktober 2018 lalu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional sekaligus pengenalan kepada masyarakat akan adanya IPNU IPPNU di Desa mereka.

Acara tersebut disambut hangat oleh masyarakat, banyak yang berdiri disepanjang rute untuk menyaksikan anak-anak TPQ dan Madin mengayuh sepedah dengan hiasan warna-warni.  Banyak pula yang hadir dilapangan untuk menyaksikan Hadrah dan Electune yang dipersembahkan sebagai hiburan.

Sejalan dengan misi “Menghijaukan Bumi Lawadhan”, PR IPNU IPPNU Wates juga mempunyai Slogan, Nakalo Sak Nakal-Nakalmu, Nanging Ojo Lali Identitasmu, yang dicetuskan oleh rekanita NIndi.

Slogan ini didasari pada fakta yang ada bahwa pelajar dan pemuda desa Wates yang sudah menginjakkan kaki di Warung Kopi, merasa dirinya terpisah dengan Masjid dan hal-hal yang berbau Agama, sehingga seperti ada sekat antara hitam dan putih.

Dengan adanya slogan ini diharapkan bisa menghapus sekat itu dan  menyadarkan bahwasannya ngopi dan warung kopi itu bukan alasan untuk lupa akan tanggungjawab Agama.

“Selalu saya sampaikan ke rekan-rekanita, bahwa yang suka nyanyi ya silahkan nyanyi, silahkan karaoke, yang suka ngopi silahkan ngopi. Tapi jangan sampai lupa identitas bahwa kia adalah Islam, kita adalah Nahdliyin, dari situ akan ada rem, tanpa membatasi kreativitas mereka.” ujar Nindi

Hal sebaik apapun jika dipaksakan akan tidak baik, maka cara terbaik adalah dengan menyisipkan sedikit demi sedikit seperti yang dilakukan Walisongo pada masa itu.(nay)

 

Reporter              : Nindi Ay (nay)

Editor                    : Risma (rsm)