Tulungagung, 7 Januari 2017
Maraknya isu radikalisme dan munculnya berbagai macam golongan eks-kanan/kiri menjadi perhatian tersendiri di kalangan Nahdliyin. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dirongrong dari pelbagai sisi. Invasi idelogi, politik, ekonomi, dan budaya menjadi sebuah ancaman nyata yang tidak dapat diremehkan. Hal ini mendorong MWC NU Kec. Kalidawir Kab. Tulungagung beserta Banom (Badan Otonom) merapatkan barisan untuk membentengi kader dan seluruh warga Nahdliyin melalui Pembinaan Aswaja dan NKRI secara masif.

Agenda tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/1) di Masjid Mifitahul Huda Desa Karangtalun gedung MWC NU Kalidawir dan dihadiri sekitar 120 orang. Pembinaan Aswaja dan NKRI Jilid 1 ini dibuka oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Kalidawir H.M. Sudjai Habib dan difasilitasi oleh DANRAMIL Kec. Kalidawir Pak Taslim serta PCNU Tulungagung yang diwakili oleh Rois Syuriah KH. Muhson Hamdani.

“Kita saat ini dapat melihat dengan mata kepala sendiri di sekitar kita baik di televisi maupun di media lain radikalisme, terorisme, separatisme banyak terjadi dimana-mana, ada sekelompok orang yang ingin mengotak-atik Pancasila. Bahkan, di Kec. Kalidawir sendiripun kemarin tertangkap satu pemuda yang berafiliasi dengan Gavatar dan sudah berhasil diamankan.” Tegas H.M. Sudjai Habib selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kalidawir dalam sambutannya.

Dalam penguatan Aswaja, KH. Muhson Hamdani menjelaskan komitmen NU untuk menjaga Indonesia dan Pancasila. NU menerima Indonesia dan Pancasila sebagai ideologi bangsa secara Kaffah. Menerima Indonesia dan Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan wujud implementasi syariat Islam di Indonesia. Dalam konteks ini tidak ada yang perlu diperdebatkan. Di sisi lain, Kyai Muhson (Sapaan akrab beliau) juga menghimbau warna NU Kalidawir untuk ikhlas kembali dan meningkatkan perjuangan di lini Islam lil Nahdlatul Ulama.

Pembinaan Aswaja dan NKRI ini merupakan Jilid 1 yang hanya diikuti oleh beberapa orang, agenda lanjutan yang sama Jilid 2 akan diselenggarakan lebih luas dan masif pada Minggu (29/1) yang akan difasilitasi oleh PWNU Jawa Timur melalui KH. Marzuki Mustamar dan dilanjutkan dengan PKP (Pembinaan Kader Penggerak). Harapannya, setelah melalui serangkaian agenda tersebut, akan muncul kader-kader yang militan yang siap terjun untuk berdakwah dan membela NU (Ikbar Al Asyari).