Di daerah Wates telah ditemukan Prasasti Lawadan yang diduga hadiah dari Raja Daha untuk masyarakat setempat. Prasasti tersebut menyebutkan bahwa Kadipaten Ngrowo sudah ada sejak 18 Nopember 1205. Sehingga pada tahun 2003, pemeritah Kabupaten Tulungagung menetapkan hari jadi Tulungagung jatuh pada tanggal 18 November. 

Beragam kegiatan dilakukan untuk merayakan hari jadi yang sudah menjadi budaya di Kabupaten yang kaya batu marmer ini. Ada wayang kulit, ada jaranan, ada bersih nagari, istigotsah dan shalawat, festival budaya, dan masih banyak lagi kegiatan untuk merayakan hari jadi tahun 2017 kali ini.
Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama atau IPPNU Cabang Tulungagung tidak mau ketinggalan dalam merayakan hari jadi Tulungagung. Organisasi Pelajar Putri dibawah naungan Nahdatul Ulama  yang dipimpin oleh Rekanita Suliana ini berpartisipasi dalam memperingati hari jadi kabupaten tahun ini dengan kegiatan berbagi nasi dan jilbab.

“Dengan berbagi, maka Allah akan menambah rezeki” ucapa Rekanita Suliana saat ditanya alasan pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kegiatan berbagi dengan tema “Kita Berbagi, Kita Peduli” ini dimulai pada pukul 19.00 WIB hari Sabtu, 18 November 2017 di depan stasiun Tulungagung. Sasaran kegiatan adalah tukang becak, pemulung, dan pengemis.

“Ada sekitar 100 lebih nasi bungkus yang kami bagikan, ditambah beberapa jilbab” terang Itma sebagai koordinator kegiatan kali ini.

Panitia kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tim untuk membagikan nasi dan jilbab ke beberapa tempat yang telah ditentukan. Tempat kegiatan tidak hanya di depan stasiun, kegiatan berbagi juga dilakukan di jalan sekitar aloon-aloon Tulungagung, di sekitar terminal Gayatri, dan di sepanjang kali Ngrowo. 

Rekanita Suliana berharap, pelaksanaan kegiatan berbagi di hari jadi kali ini dapat memupuk rasa peduli pelajar putri kepada sesama yang membutuhkan (P/PPers).

Salah satu tim yang bertugas membagikan nasi dan jilbab. (Photo : Lutfi)