Jangan berpikir aktivis IPNU-IPPNU harus yang ahli di bidang fikih, ahli hikmah dan beberapa disiplin ilmu dalam islam (tafsir, nahwu, sharaf, muamalah, dan lain-lain). IPNU-IPPNU sebagai wadah pelajar dan santri putra/putri nahdliyin harusnya juga terbuka terhadap keilmuan umum (filsafat, fisika, kimia, mekanika, geologi, ekonomi, sosiologi dan lain-lain), ingat Allah saja tak pernah membedakan ilmu agama dengan ilmu umum.

Di era sekarang kita harus sigap dalam menanggapi berbagai problematika kontemporer yang menyangkut begitu banyak aspek. IPNU-IPPNU harus benar-benar dicerdaskan dengan mengintegrasi segala bidang ilmu untuk menghasilkan temuan-temuan baru yang lebih memajukan IPNU-IPPNU. Dalam IPNU-IPPNU harus ada yang mengerti aspek agama untuk mendidik para kadernya agar mengerti hukum, keimanan, Qur’an, hadis serta akhlak dan yang mengerti aspek umum seperti sosial, etika dan menyangkut cara bergaul di masyarakat.

Dan dari semua aktivis IPNU-IPPNU yang ahli di masing-masing bidang itu kemudian saling berkolaborasi untuk membuat organisasi ini semakin kuat dan tak dipandang sebelah mata. Mungkin bukan lewat ceramah agama jalan juang kita. Mungkin bukan melalui pengajian dan tabligh akbar kita berjuang. Yang penting adalah bagaimana agar keilmuan kita menjadi maslahat bagi sebanyak mungkin manusia.

Bagaimana agar kita (melalui IPNU-IPPNU) bisa berkontribusi bagi sebanyak mungkin orang melaui karya-karya yang kita buat. Kesuksesan hidup sebenarnya adalah bagaimana agar dalam setiap hembusan nafas kita senantiasa menjadi rahmat bagi sekitar kita. Kedatangan kita membawa kebaikan dan senantiasa membuat orang lain tersenyum dan kepergian kita ditangisi setiap orang, tidak meninggalkan luka dan kesulitan bagi siapapun. Inilah orang-orang yang akan memperoleh ganjaran berupa kesuksesan sejati dari Allah.

Salam Belajar, Berjuang dan Bertaqwa

(Kamim Tohari)