Kemandirian dalam bidang ekonomi sangat diperlukan bagi sebuah organisasi. Karena dalam prosesnya, jika sebuah organisasi dapat mandiri secara finansial otomatis organisasi tersebut dapat menjalankan rodanya dengan baik. karena tanpa finansial, organisasi tak akan bisa berjalan dengan maksimal.

Pada hari jumat (25/8), Lembaga Ekonomi, Kewirausahan dan Koperasi PC IPNU IPPNU Tulungagung menyelenggarakan Agenda “Ngaji Ekonomi” dengan tema “Menumbuhkan Kemandirian Ekonomi Pelajar NU Dalam Menghadapi MEA”. Narasumber yang mengisi acara yaitu H. Musthofa SE, MM yang berhasil menyabet MA IPNU Award Jawatimur dalam bidang Ekonomi. Kemudian Narasumber kedua yaitu Eko Wijianto, S.Pd.I selaku Ketua MA IPNU Tulungagung.

Dalam penyampainnya, H.Mustofa yang juga direktur BMT Sahara juga bercerita tentang pengalamannya sampai menjadi sekarang ini. Bahwa kita harus terus mencoba jika kita gagal, bahwa kegagalan terkadang harus kita capai untuk mencapai keberhasilan. Terus konsisten dalam menjalankan prosedur yang telah di tentukan. Kemudian, tidak lupa terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) di jelaskan dalam acara tersebut. Dengan terbentuknya kawasan ekonomi terintegrasi di wilayah Asia Tenggara yang dikenal dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC), Indonesia dan sembilan anggota ASEAN lainnya memasuki persaingan yang sangat ketat di bidang ekonomi. Pada dasarnya, MEA merupakan wadah yang sangat penting bagi kemajuan negara-negara ASEAN dalam mewujudkan kesejahteraan sehingga keberadaannya harus disikapi dengan positif. Dan diharapkan negara-negara di kawasan Asia Tenggara bisa berkompetisi dan bisa menempatkan ASEAN masuk ke dalam pasar terbesar di dunia.

Diharapkan terbentuknya pasar tunggal tersebut mendorong negara-negara di ASEAN untuk mencapai stabilitas dan kemajuan ekonomi yang kuat dalam menghadapi arus persaingan secara global. Meskipun adanya MEA sampai sekarang masih menjadi pro dan kontra, perdebatan tersebut cenderung mempertanyakan kesiapan negara-negara anggota dalam menghadapi iklim ekonomi baru di wilayah Asia Tenggara.

Selain itu, dalam menghadapi persaingan MEA yang semakin kompleks dan persaingan ekonomi global, maka kreativitas menjadi sangat penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif. Dunia bisnis memerlukan sumber daya manusia kreatif dan inovatif. Sering terjadi orang yang tidak berpendidikan tinggi berhasil dalam berwirausaha, namun orang yang berpendidikan dan berwawasan luas diharapkan bisa lebih kreatif dan inovatif.

Di harapkan dengan di adakannya acara ini, dapat memberikan wawasan bagi perlajar terkhususnya pengurus PC IPNU IPPNU Tulungagung beserta pengurus PAC IPNU IPPNU se Tulungagung yang hadir pada acara tersebut untuk terus mengembangkan bidang keilmuan dalam bidang ekonomi agar dapat terwujudnya kemandirian ekonomi bagi organisasi IPNU IPPNU.