Pengurus baru PAC IPNU IPPNU Sendang Kab. Tulungagung masa khidmat 2018-2020 resmi dilantik. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sendang, pelantikan salah satu PAC di Kabupaten Tulungagung yang bermarkas di pegunungan itu mengusung nuansa adat Jawa dengan cukup massif.

Tema besar pelantikannya pun juga tak luput dari nuansa adat jawanya, yakni “Memayu Hayuning Bawana Para Taruna Muda Bangsa Lan Nguri Nguri Agami Luhuring Pakerti Islam Nusantara”. Bahasa Jawa yang dipakai berada pada level yang cukup “tinggi”.

Tidak berhenti di tema, adat Jawa nampak begitu kental pada aspek lainnya. Pembawa acaranya mengenakan pakaian adat Jawa lengkap dan juga berbahasa Jawa sangat halus khas ‘condro’. Dekorasi panggungnya pun juga demikian, penuh dengan pernik-pernik khas Jawa.

Ketua PAC IPNU Sendang, rekan Mavivul, yang baru saja terlantik menegaskan pentingnya nguri-nguri budaya Jawa.

“Telah tumbuh generasi baru bidang perjawaan di Kecamatan Sendang,” tegasnya.

Dalam pelantikan itu, ketua PC IPNU Tulungagung, Mauludin Qoironi berpesan kepada para stakeholder NU di Kecamatan Sendang untuk senantiasa mendampingi perjalanan pengurus yang baru saja dilantik.

“Kami mohon dari Bapak NU dan Ibu Muslimat untuk mendampingi pengurus yang sudah dilantik, karena merekalah ujung tombak dan ujung ‘tombok’ dari NU di Kecamatan Sendang,” ujar ketua PC IPNU Tulungagung yang akrab disapa rekan Roni itu.

Tak lupa, dalam arahannya, Ketua Tanfidziah MWC NU Sendang mendukung terealisasinya ikrar janji para pengurus yang sudah diucapkan.

“Janji sudah dikumandangkan, tinggal realitasnya,” ungkapnya.

“Semoga (IPNU IPPNU PAC Sendang) dapat bersinergi dengan MWC NU,” tambahnya.

Tentang sinergi, pihak Muspika Kecamatan Sendang mengamini hal itu. Ia menegaskan bahwa prinsip kerjasama antara IPNU IPPNU dan pemerintahan kecamatan Sendang yang selama ini telah terjalin dengan baik, harus ditingkatkan.

Selain itu, Ketua Tanfidziah MWC NU Sendang juga mengungkapkan dua hal vital setelah konsep ‘tujuh err’-nya. Dua hal vital yang tidak boleh absen dalam berorganisasi di IPNU IPPNU adalah meluruskan niat dan menjaga spirit dalam berorganisasi. Ia menambahkan, tanpa dua hal vital itu, konsep ‘tujuh err’ akan kandas.

Ikrar janji PAC IPNU IPPNU Sendang ini semakin semarak dengan ditampilkannya pertunjukkan tarik suara, musikalisasi puisi dan atraksi pencak silat. Tak pelak, para hadirin yang terdiri dari MWC NU Sendang beserta banom-banomnya, PC IPNU IPPNU Tulungagung, PAC IPNU IPPNU se-kabupaten Tulungagung, Pimpinan Ranting IPNU IPPNU se-kecamatan Sendang, dan Muspika, dibuat takjub oleh para pelajar NU Sendang. (Dju_LPP PCIPNUIPPNUTULUNGAGUNG)