Porseni. Pelantikan dan Forsha (P2F) begitulah rekan-rekanita menyebutnya. Tiga acara menjadi satu rangkaian kegiatan ini telah membuahkan hasil memuaskan. Meskipun, masih ada kekurangan dalam pengemasannya. Tetapi panitia sudah berusaha semaksimal mungkin dalam pengadaan acara P2F. panitia di isi oleh IPNU dan IPPNU ranting Tunggangri.

Sejak pagi suasana halaman Yayasan Panca Hidayah sudah diriuhkan oleh kedatangan para peserta yang mengikuti pekan olah raga dan seni (porseni). Acara porseni ini di hadiri langsung dari seluruh delegasi SD, MI dan TPQ se Tunggangri pada hari Minggu (22/01). Acara porseni ini menjadi rangkaian kegiatan pertama kali dari ketiga acara. Adapun lomba yang sudah disediakan oleh panitia yaitu balap sarung, fashion show, tartil dan adzan.

Kurang lebih seratus peserta telah memadati area Yayasan Panca Hidayah, setelah itu mereka dipersilahkan untuk memasuki masjid guna pembukaan acara porseni. Mereka sudah berkumpul di dalam masjid Panca Hidayah, sambil menunggu pembukaan dari panitia mereka ada yang sibuk mempersiapkan diri, ada juga yang bercanda sama rekan sekitarnya. Tepat pukul sembilan pembukaan telah di mulai oleh pembawa acara. Lalu ada arahan dari panitia terkait penempatan perlombaan. untuk peresmian pembukaannya dengan membaca surat al-Fatihah secara bersama-sama. Para peserta langsung menyebar ke tempat perlombaannya masing-masing. Begitu terlihat semangat ekspresi kebahagiaan dan optimisme kejuaraan terpancar dari wajah mereka.

Berbagai perlombaan selesai, para peserta pun berduyun-duyun pulang. Sambil menunggu pengumuman kejuaraan di malam harinya. Bersamaan kegiatan selanjutnya yaitu pelantikan dan forsha.

Forsha dan pelantikan

            Forum silatuhrami dan halaqah (forsha) adalah kegiatan rutinan yang di hadirkan oleh PAC Kalidawir untu menyambung dan mempererat tali silaturahmi antar ranting dan komisariat se Kalidawir. Adanya Forsha diharapkan dari berbagai macam ranting dan komisariat dapat saling mengenal satu sama lain. “kegiatan ini berguna untuk memperarat silaturahmi antar ranting dan komisariat, kegiatan ini juga diadakan setiap bulan secara bergantian dari ranting atau komisariat satu ke yang lainnya” ungkap Khoirudin selaku sekretaris PAC Kalidawir.

            Forsha bukan hanya mempererat tali silaturahmi meliankan ada ngaji bareng guna menambah wawasan dalam beribadah sekaligus shalawatan sebagai seni kreativitas masayarakat NU. Forsha kali ini dihadiri oleh Ust. Soim al Khassi sebagai pemantik, memberikan pegetahuan dan wawasan baru bagi semua yang hadir pada acara malam itu, seperti IPNU-IPPNU dari ranting, komisariat serta wali murid dan peserta porseni, tak lupa dari guru-guru SD, MI, dan TPQ se Tunggangri.

            Setelah pengajian usai, berlanjut ke acara selanjutnya yaitu pelantikan IPNU dan IPPNU ranting Tunggangri. Yang mana, acara ini adalah rangkaian terakhir dari kegiatan pada hari itu. Prosesi pelantikan langsung dilantik oleh IPNU dan IPPNU cabang Tulungagung. Sebelum berakhirnya acara panitia membagikan hadiah juara kepada peserta yang mengikuti porseni dan berprestasi. Sehabis pembagian juara yaitu penutup dengan pembacaan do’a.

Kritik dan saran

            Acara P2F tak akan sempurna sebelum adanya kritik maupun saran dari berbagai kalangan yang ikut membantu menyemarakan acara P2F.kritik dan saran ini nanti juga berguna untuk bahan evaluasi kegiatan selanjutnya bagi IPNU dan IPPNU ranting Tunggangri. Kritik da saran pertama dikemukakan rekan Ilham selaku ketua panitia “setahu saya belum, pernah ada acara seperti itu di IPNU dan IPPNU ranting Tungagangri. Dengan adanya acara tersebut, ternyata panitia terlihat antusias dan semangat. Jadi, kegiatan terlihat bagus, walaupun masih banyak sisi yang perlu dibenahi. Saran saya kali ini tingkatkan semangat karena kita itu adalah kader NU. Mari kita jaga negara ini dengan kegiatan NU. Jangan gara-gara kita kader NU semakin hari semakin habis. Mengingat perjuangan NU dulu lebih berat dari pada kegiatan P2F ini.”

            Kritik dan saran kedua dilontarkan rekan Adib Hasani sebagai ketua PAC Kalidawir “P2F sudah bagus, sebab tiga acara menjadi satu kegiatan. Saya rasa acara ini melelahkan dan menguras tenaga. Tapi itu tidak mungkin terasa karena panitia dari IPNU dan IPPNU ranting sudah terlihat kompak. Meskipun ada beberapa panitia yang masih kurang paham dengan bagian seksinya, tapi itu teratasi dengan baik sehingga tidak terlihat secara jelas. Semoga kekompakan ini bisa terus terjaga dan bisa mengadakan acara yang lebih hebat lagi.”

            Kritik dan saran terakhir dari ketua PAC IPPNU Kalidawir yaitu rekanita Miftahus sa’addah “kami IPPNU Kalidawir mengapresiasi setinggi-tingginya atas usaha dan kerja keras ranting Tungagngri, arah kinerja IPNU dan IPPNU adalah mengacu pada pelajar diranahnya masing-masing. Harapan kami untuk kedepannya terus mampu memberikan program untuk pelajar-pelajar di desanya mulai dari tingkat MI atau SD hingga pelajar menengah. Semangat sukses, dan selamat belajar, berjuang dan bertaqwa.”

            Kegiatan P2F sudah baik meski pun ada beberapa catatan memang perlu diperbaiki dan dibenahi dalam acara ini. Semoga adanya kritik dan saran tersebut dapat menambah integritas para punggawa IPNU dan IPPNU Tunggangri kedepannya. Salam tiga B (belajar, berjuang dan bertaqwa). (M. Salis Arisna M.)