FORSHA yang biasa disebut dengan Forum Silaturahim dan Halaqoh merupakan kegiatan yang diadakan setiap selapanan sekali yang oleh beberapa PAC se Kabupaten Tulungagung. Pada hari minggu(5/2) kali ini, Pelajar NU Pucanglaban yang merupakan salah satu kecamatan di dataran tinggi Daerah Kabupaten Tulungagung sedang menggelar FORSHA yang bertajuk “Memupuk Tali Silaturahmi Antar Pelajar Nahdliyin” bertempat di Kantor Kepala Desa Sumberdadap yang di hadiri oleh Ketua MWC NU Pucanglaban, PAC GP Ansor Pucanglaban, Ketua dan Sekretaris PC IPNU Tulungagung, Wakil Ketua PC IPPNU Tulungagung serta seluruh Ranting se Kecamatan Pucanglaban.
Peserta sangat antusias menghadiri FORSHA yang di hadiri sekitar 70 orang. Pra dan pasca acara di iringi oleh Grub Sholawat PK IPNU IPPNU MTsN Pucanglaban. Seperti pada umumnya, acara di mulai dengan (1) pembukaan, (2) pembacaan ayat suci al-Quran, (3) menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars IPNU IPPNU, Mars Syubhanul Wathon, (4) sambutan Ketua PAC, PC, MWC Serta yang terakhir adalah Do’a. Di penghujung acara, ada pemberian Tropy bergilir pembawa anggota terbanyak dari setiap ranting. Pada FORSHA perdana kali ini, Ranting Sumberdadap mendapatkan Tropy dengan membawa anggota sebanyak 39 orang.

Ketua MWC NU Pucanglaban ketika sambutan menyampaikan “kita harus melebarkan sayap di NU, dengan memperkuat identitas diri kita sebagai kader IPNU IPPNU”. Dari sini bisa diartikan bahwa sebagai Organisasi Pengkaderan dari NU, di tuntut untuk mempekuat ideologi dengan mengamalkan Ahlissunah Waljamaah An-Nahdliyah agar bisa terhindar dari faham-faham yang menyimpang dari aqidah NU. Setelah Doa, ada sedikit Motivasi dari Rekan Syaiful Arif (Sekretaris PC IPNU Tulungagung) yang juga membahas tentang penguatan jati diri kita sebagai kader IPNU IPPNU. Jargon “Siapa kita?” Jawab peserta “Pelajar NU”selalu di ucapkan saat memberikan Motivasi. Inilah yang menjadi pijakan kita, dengan memperkuat jati diri kita sebagai kader IPNU IPPNU kita seharusnya bangga dan semangat untuk memperjuangkan cita-cita para Masyayikh yang merupakan Pucuk Pimpinan Tertinggi dari Nahdlatul Ulama.