Program Warung Kopi Plus Plus yang diadakan oleh Perkasa FM setiap malam Selasa pukul 20.00 – 22.00 wib merupakan forum untuk menjaring aspirasi dan membahas isue isue terkini yang terjadi di Kabupaten Tulungagung bahkan nasional. Salah satu program andalan Perkasa FM yang dipandu oleh Mas Faris Ramadhan ini menyajikan topik diskusi yang menarik, aktual dan menghadirkan narasumber – narasumber hebat pada bidangnya. Seperti pembahasan tentang menyambut hari sumpah pemuda tadi malam, tim kreatif memberikan judul “Pemuda, Mana Karyamu” di Warung Kopi Plus Plus edisi Senin 23 Oktober 2017.

Beberapa narasumber yang hadir adalah perwakilan dari Dinas Kepemudaan dan Olahraga hadir sebagai perwakilan dari pemerintah, Mas Totok sebagai pelopor kemandirian pemuda dengan bidang usahanya, GMNI serta IPNU IPPNU sebagai representasi dari kalangan pemuda hari ini. Sayang unsur – unsur pemuda lain seperti KNPI, GP Ansor, HMI dan PMII tidak hadir pada diskusi malam tadi.

Segemen pertama menjadi milik dari DISPORA yang menjelaskan definisi pemuda menurut UU No 40 tahun 2009 dan bagaimana kondisi pemuda kita, tantangan berat pemuda hari ini. Mas Totok kemudian menyambung dengan ulasan – ulasan potensi pemuda yang harus terus digali dan di berdayakan. Pemilik Gedhe Toloengagoeng itu sangat yakin bahwa masih sangat banyak potensi pemuda di Tulungagung yang belum terekspose baktanya.

Segmen dua giliran GMNI dan IPNU – IPPNU sebagai representasi pemuda hari ini. Bung Didik Eko sebagai perwakilan dari GMNI mulai membuka statmennya dengan bercerita bagaimana peranan pemuda saat Sumpah Pemuda tahun 1928 silam. Menurut pentolan GMNI ini generasi muda era 80 an berorientasi pada pegawai negri, generasi muda era 90 an berorientasi pada perusahaan milik BUMN dan generasi muda pada 2000 an berorientasi pada teknologi. Peluang – peluang inilah yang harusnya ditata disemua lini agar pemuda hari ini mampu memanfaatkan teknologi modern seperti gaged untuk jual beli online. (AK/TAR)