Senin Malam (26/12) Pukul 20.00 WIB, PC IPNU IPPNU Tulungagung menghadiri sebuah undangan sebagai narasumber di Perkasa FM dalam acara talkshow Warung Kopi Plus Plus Wadah Warga Ben Oleh Solusi Nyoto dengan tema “Pesta Tahun Baru : Mudhorot atau Manfaat”. 

Sesi pertama yaitu perkenalan oleh dari YVCI (Yamaha Vixion Club Indonesia) dan PC IPNU IPPNU Tulungagung. YVCI Tulungagung berpendapat “tahun baru biasanya memohon kebaikan untuk yang lebih baik kedepannya, serta intropeksi diri”. Untuk club motor kegiatan sering dilakukan diluar untuk memperluas jaringan”. Selanjutnya Sekertaris YVCI TA menambahkan “kita ngikut temen aja untuk guyub rukun, masak tahun baru di rumah tidur, ya lebih baik ngumpul dan menjalin silaturahim”. YVCI TA mempunyai kegiatan tidak hanya hura-hura, tapi juga melakukan kegiatan sosial seperti bersih pantai, tanam pohon, pembagian takjil di bulan ramadhan. YVCI TA terkait pesta kembang api berpendapat bahwa sebagai manusia perlu refreshing.

Berbeda dengan komentar dari IPNU yang disampaikan rekan Kholik tentang tahun baru. “Secara individu untuk mereflekasikan diri kita setahun lalu, secara umum merefleksikan tentang bangsa dan negara” ujar rekan Kholik. Bagi rekan kholik, pesta tahun baru yang diadakan pemerintah merupakan wujud rasa syukur tapi efek negatif setelah kegiatan tahun baru itu juga perlu di perhatikan pemerintah. Rekanita Puspita dari IPPNU menambahkan “perbandingan untuk manfaat dan mudorotnya itu 50:50, tergantung pelaku, sedangkan dampak dari kegiatan bisa dicegah dengan desain pesta oleh penyelenggara”.

Berbeda dengan yang disampaikan oleh narasumber, Rekanita Indah Khoirun Nada dan Rekan Tri Abdul Rohman sebagai partisipan menegaskan bahwa pesta tahun baru lebih banyak mudorotnya. Karena setelah pesta kembang api, masyarakat khususnya pemuda itu tidak langsung pulang. Mereka pasti berkumpul lagi dengan teman-temannya secara berkelompok.

Dari sini bisa dilihat, bahwa menyikapi pesta tahun baru sangat beragam tergantung kepada pelaku. Islam mengajarkan bahwa tinggalkan hal yang memiliki mudhorot lebih banyak dari manfaat. Akan tetapi, mudhorot dan manfaat setiap individu sangat beragam. Maka dari itu, hendaknya para pembuat kegiatan di pergantuan tahun memberikan suguhan kegiatan yang bermaanfaat sesuai budaya. Seperti mengganti terompet dengan kentongan, karena hakikat penggunaan terompet adalah menghasilkan suara untuk menambahkan kemeriahan di tahun baru dan kentongan sebagai pengganti juga sama-sama mampu menghasilkan suara untuk menambah kemeriahan.

Jadi, desain acara dalam pesta tahun baru harus benar-benar diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi yang tidak membuat kerugian pada beberapa pihak.