*PERJUANGANMU*
Sembilan bulan kau arungi jalan hidup penuh nada.

Nada yang kian dekat dalam telinga ananda.

Nada saat kau rela ananda berdiam diri dalam rahimmu.

Kau ikhlaskan saat kau tak lelap tidur dan tak nikmat makanmu.

Engkaulah seseorang yg perkasa dalam dunia.

Keikhlasanmu dalam merawat ananda hingga dewasa.

Tergambar jelas bagaikan alunan irama nan merdu.

Tertulis indah bagaikan syair yang tertancap dalam kalbu.
Lambat laun diri ananda tlah tumbuh dewasa.

Tapi perjuanganmu tak luntur walau usiamu nan tua.

Semilir angin sepoi menerpa kening keriputmu.

Terlihat mata yg dulu ceria menjadi sayu.

Jiwa yg dahulu kuat menimang ananda.

Kini tinggallah terpaku dalam naungan tangan yg renta.
Wahai bunda. .

Namamu terukir indah dalam dinding sanubari.

Restuilah jejak kakiku yg penuh dosa.

Tuntunlah dalam gerlap naungan illahi robbi.

Sinarilah jalan hidup ananda bak lentera.

Nahkodakan perahu ananda mengarungi sang buih.

Menuju ujung dermaga bahtera nan bahagia.
(Karya : Imam Choirur Rifan)