“Mengapa?”

Berulang kali aku sayat-sayat hati lembutmu

Bulir putih mengalir deras dari kedua mata indahmu

Anak macam apa aku ini!!!

Sembilan bulan kau kandung aku

Satu tahun lebih kau susui aku

Namun, semua itu tak cukup menggetarkanku

Sungguh, anak macam apa aku ini!

Kau suapi aku dengan nasi yang menjadi bagian jasadmu

Kau tertawa riang saat basah hangat merembes

Aku yang di pangkuanmu, juga tak luput dari tawa itu

Namun, aku kerap senyum kecut saat menerima keputusan dan perintahmu

Terlalu! Anak macam apa aku ini!

Aku tumbuh dari darah daging dan kasih sayangmu

Sudah selayaknya aku jadi dulimu

Aku hidup dengan bergantung asimu

Sudah selayaknya aku jadi budakmu

Tapi…

Saat aku merintih, mengemis maaf dan rido

Kau berpaling

Tak kuasa menatap wajah lusuhku

“Mengapa?”

Dengan lembut kau berkata, “Maaf dan ridoku senantiasa bertiup di tiap langkahmu tanpa kau minta, anakku.”

Nama : Zulfa Djulfikri (PR Sebalor-Bandung)

Nama Ibu : Siti Mualifah