Pengirim : Aurum Dinar

Teruntuk Ibu : Any Marhaeni di Desa Bandung

Judul Puisi : Perantau Rindu
Setiap aku kembali ke rumah, hatiku selalu tenteram

Mengingat disana ada malaikat ku, Ibu..

Yaa, dia adalah seorang yang bisa merubah suasana hati dan pikiran menjadi tenang..
Bu,.

Aku masih rindu akan kehadiranmu

Tapi aku tau tugasku dan aku telah memilih pilihanku..

Beranjak pergi dari rumah adalah mudah,

Tapi beranjak untuk menjauh dari kehadiranmu adalah hal tersulit dalam hidup ini.

Hari ini aku kembali merasakan kerinduan itu.

Sepi, resah, gelisah..

Aku menangis sembari mengingatmu, Bu..

Aku memang cengeng, tapi tangis ini bukanlah arti kelemahan.

Aku yakin suatu hari nanti tangis ini akan kau rindukan disaat aku sibuk dengan duniaku disini.
Tapi percayalah, Bu

Hati ini akan selalu merindukanmu,

Tubuh ini akan selalu rindu pelukanmu,

Pipi ini akan rindu usapanmu ketika airmata ku mulai bercucuran..

Anak mana yg tak merindukan ibunya?

Mereka terlalu bodoh untuk bersikap demikian!

Ketenangan yg Kau berikan tak melebihi apapun,Bu..
Aku pernah jatuh cinta tapi cinta pertama , terakhir, dan abadiku hanyalah padamu..

Aku pernah patah hati tapi tatkala mendengar suara mu, aku tak pernah patah semangat

Aku pun pernah sakit hati, tapi sakit yang paaling sakit adalah ketika jauh dari mu..

Percayalah..

Aku akan menjadi yang terbaik,

Aku akan segera kembali untuk mu, Ibu..

Dan ketahuilah,

cita-cita terbesarku adalah untuk bisa merawat masa tua mu..

Bukan menjadi pejabat, bukan aparat. Tapi cukup rejeki yang diberi Tuhan, sekaligus mampu merawat, membanggakan, dan membagikan mu..
Doakan saja anakmu ini mampu menghadapi kerasnya dunia luar,

Doakan saja agar aku cepat menyelesaikan pendidikan ku dengan optimal,

Jika ada kata lain yang melebihi *rindu* , mungkin saat ini aku merasakan itu..
Aku rindu suaramu

Aku rindu suasana tentram hatiku meskipun hanya sepatah nasihat darimu..

Itu lebih berharga, Bu!

Itu mampu membuatku lebih baik dari sebelumnya!
Kau bukan hanya sosok ibu yg hebat,

Kau juga sebagai teman yang paling mengerti,

Sebagai motivator handal meskipun tak terkenal..

Kau seperti penenang yang membuat anakmu selalu ketagihan..

Buu, aku rindu, bahkan lebih, padamu..