Tulungagung (pcipnu-ippnutulungagung.or.id) – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung menggelar Rapat Kerja (RaKer) II bertema Aktualisasi dan Inovasi Pelajar di Era Disrupsi, Sabtu (02/11/2019) bertempat di MTs Al Huda Bandung. Rapat ini merumuskan dan mengesahkan berbagai program kerja Pengurus Cabang IPNU IPPNU Tulungagung yang akan dilaksanakan setahun kedepan.

Mauludin Qoironi selaku Ketua PC IPNU Tulungagung mengatakan, “melalui aktualisasi dan inovasi menyusun program-program kerja baru dengan baik dan memaksimalkan program-program lama yang sudah ada.”

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala MTs. Al Huda Bandung, Rohmat Zaini, M.Pd.I dalam sambutan beliau, bahwa era disrupsi menyuguhkan tantangan sekaligus peluang, sehingga hanya dengan ide-ide cerdas, yakni mampu beradaptasi dan memanfaatkan situasi, akan tercipta peluang.

Wakil ketua PCNU Tulungagung, M. Fattah Masrun, M.Si mengamini hal tersebut. Ia menambahkan, era disrupsi ini merupakan era rusak-rusakan.  “Tinggal pilihannya, kader IPNU IPPNU ini dirusak atau merusak,” selorohnya disusul tawa audien.  Beliau mengingatkan, dalam rangka menghadapi era disrupsi yang semacam itu, kader IPNU IPPNU harus sering-sering belajar agar lebih bertaqwa.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, agar Indonesia ini bisa maju, yang harus dilakukan adalah konsolidasi ideologi dan NU lah yang memiliki potensi besar dalam hal tersebut. Maka dari itu, kader IPNU IPPNU harus melakukan kajian rutin epistemologi tentang NU. Di akhir pengarahan, beliau menegaskan bahwa penyangga Indonesia adalah NU dan nyawanya adalah IPNU IPPNU.

Sesi penggodokan program pada RAKERCAB 2 yang dihadiri oleh 80 pengurus Cabang IPNU IPPNU Tulungagung ini dimulai pukul 22.30 WIB sampai masuk waktu subuh.(Zdf)