Tulisan ini sengaja saya buat sebagai salah satu cara untuk mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada semuanya yang telah memberi saya inspirasi. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), arti inspirasi berarti ilham. Yaitu ilham yang datang pada pikiran manusia dan akhirnya melekat pada jiwa atau hati manusia, akan tetapi inspirasi biasanya justru datang ketika ada rangsangan dari luar diri manusia.

Jadi, menurut saya inspirasi ialah suatu ide yang datang dengan tiba-tiba setelah kita melakukan suatu hal dan menuntutnya untuk segera direalisasikan. Inspirasi akan mendorong pikiran kita melakukan suatu hal tindakan yang sifatnya kreatif. Inspirasi bisa diperoleh dari mendengar, melihat maupun merasakan sesuatu dari sekitar kita.

Inspirasi bisa didapatkan kapanpun, dimanapun dan kadang-kadang tanpa disengaja. Kita bisa memperoleh inspirasi saat kita sedang melakukan aktivitas sehari-hari, membaca buku, menulis, menyendiri, mengamati perilaku orang, mengamati perkembangan sekitar dan lain-lain. Bagi saya inspirasi bisa dilukiskan dengan ide kreatif. Ide kreatif ini muncul manakala kita terilhami oleh beberapa hal yang saya sebutkan diatas.

Saya merasa mendapat suatu inspirasi manakala melihat perkembangan sekitar.  Dimana mulai banyak muncul hoax-hoax,  masalah sosial-budaya, pendidikan, problem pelajar, kelompok-kelompok yang ingin menjauhkan sila ketiga, aliran-aliran intoleran bahkan radikalisme. Ketika melihat fenomena tersebut saya sempat berfikir untuk membuat suatu forum yang intinya mendiskusikan hal-hal tersebut diatas. Untungnya saya berkecimpung dalam organisasi pelajar NU yang membuat saya sedikit mudah untuk merealisakannya.

Akhirnya saya bersama-sama teman departemen kaderisasi menginisiasi untuk membuat sebuah forum kajian. Dimana kajian tersebut berusaha mengupas segala masalah yang ada dan didiskusikan bersama-sama. Kemudian lahirlah sebuah forum yang bernama Ngaji Kaderisasi. Ngaji kaderisasi ialah forum diskusi ilmiah (non-akademis) yang santai dengan mengangkat beberapa tema seputar kepelajaran, ke Islaman, ke-NU-an, ke Indonesiaan, pendidikan, sosial-budaya dan lain-lain. Yang dikemas dan dibahas secara genial, obyektif, konseptual, solutif, menyenangkan sekaligus mencerahkan. Forum ini dibuat tanpa adanya tendensi apapun hanya bertujuan menghidupkan budaya diskusi dan literasi dikalangan generasi pelajar NU. Forum ini diadakan setiap satu bulan sekali dan berkeliling dari satu desa ke desa yang lain.

Biasanya dalam sebuah forum kajian kita mendatangkan orang yang pakar dibidangnya. Sedikit yang membuat berbeda dalam forum ini ialah presenter atau pematerinya dari aktivis pelajar NU dan mahasiswa ini sendiri. Dan yang paling penting belajar menjadi pembicara didepan umum atau orang lain. Tentunya itu akan memberikan pengalaman tersendiri. Bukan tanpa sebab saya memberlakukan peraturan demikian. Hanya untuk melatih public speaking, minat baca dan menulis para pelajar pun juga aktivis organisasi. Dengan mereka diberi beban untuk menyampaikan paparan terhadap masalah yang akan dibahas sudah barang tentu mereka akan mempersiapkan diri untuk tampil didepan, mencari referensi berupa buku, dari internet dan lain-lain. Dan dipaksa untuk membuat sebuah tulisan atau artikel. Saya memberlakukan sebuah aturan main dalam forum Ngaji Kaderisasi ini. Setelah tema ditentukan, maka akan kami share beberapa ketentuan untuk menulis sebuah artikel yang nantinya akan disajikan kedalam forum. Artikel yang terpilihlah yang berhak dipaparkan ke forum. Melalui forum Ngaji Kaderisasi inilah sebagai salah satu bentuk ikhtiar saya untuk menanamkan spirit membaca dan menulis. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk tetap mendatangkan pemateri yang expert dibidangnya. Sekali lagi terimakasih kepada yang telah menginspirasi saya. Terutama kaum-kaum penebar hoax, kaum penebar ujaran kebencian, kaum pemecah belah persatuan dan lain-lain. Berkat kalian semua saya terinspirasi dan tersentak untuk membuat forum Ngaji Kaderisasi ini.

Selain membuat forum Ngaji Kaderisasi, saya juga terinspirasi untuk membuat sebuah komunitas literasi. Hal ini lagi-lagi karena saya terinspirasi saat mengikuti pelatihan menulis bersama bapak Naim beberapa waktu yang lalu. Tepatnya dibulan ramadhan mendengar sebuah info yang keren yakni ada kegiatan Ngabuburit Literasi.

Berangkat dari itulah inspirasi saya muncul untuk membuat sebuah komunitas literasi di daerah saya. Walaupun saya mengakui diri ini masih jauh dari mengenal dunia literasi. Hanya berbekal niat yang kuat dan beberapa teman yang juga menyukai dunia literasi, maka terbentuklah komunitas literasi rejotangan. Komunitas ini berisikan pelajar dan mahasiswa. Sayapun sepakat bersama teman-teman untuk menerapkan peraturan seperti  yang ada di grup literasi IAIN tulunggung, yakni bila tidak produktif harus siap tereliminasi. Untuk komunitas ini minimal dalam satu bulan harus menampilkan 2 sampai 3 tulisan.

Alhamdulillah sudah sebulan lebih komunitas ini ada. Komunitas yang saya inisiasi ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap membaca dan menulis sejak dini. Disinipun saya belajar banyak dari teman-teman yang luar biasa bersemangat dalam berbagi tulisan. Walaupun masih belum banyak yang berminat, tapi kami berkomitmen untuk melebarkan sayap. Dengan menyisir para pelajar tingkat SMP hingga Mahasiswa khususnya di daerah Rejotangan. Saya bercita-cita kelak bisa menghasilkan sebuah karya bersama teman-teman di komunitas ini. Dengan terus belajar dan melatih diri untuk terus menulis. Sekali lagi terimakasih bapak Naim dan sahabat-sahabat yang tergabung di literasi IAIN tulungagung karena telah menginspirasi saya. (Kamim Tohari)