Oleh : Kamim Tohari

(Koordinator Departemen Kaderisasi PC IPNU Tulungagung)

Dalam sebuah organisasi apapun dan dimanapun selalu menempatkan bidang kaderisasi sebagai ujung tombak suatu organisasi tersebut. Maju mundurnya sebuah organisasi dapat di kalkulasi dari sejauh mana kaderisasi itu mampu merencanakan, mengembangkan dan menginovasi program pengkaderan sebaik mungkin. Kaderisasilah yang akan menjaga kelangsungan sebuah organisasi agar para kadernya memiliki loyalitas dan totalitas dalam beroganisasi. Keberhasilan suatu organisasi tidak hanya dilihat dari torehan prestasi maupun capaian-capaian yang ditorehkan dalam periode kepengurusannya. Lebih dari itu rekruetmen dan pembinaan kader harus dipikirkan, baik secara kualitas maupun kuantitas sebagai kader penerus estafet perjuangan. Seperti yang tertulis dalam Al-Qur’an di surat An-Nisa ayat 90 yang artinya “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Dari kutipan ayat di atas, nampak jelas bagaimana pentingnya peranan kaderisasi dalam sebuah organisasi.

Saya mulai berproses di organisasi juga dari bidang kaderisasi. Dulu awalnya saya kurang paham apa tugas dan fungsi bidang kaderisasi. Dalam benak saya, kaderisasi itu kerjaannya memonitoring setiap kegiatan, melaksanakan training, serta guyonan yang tidak jelas. Namun seiring berjalannya waktu saya memahami betapa penting keberadaan kaderisasi dalam sebuah organisasi, hingga terkadang hanya orang-orang pilihan yang ditempatkan dalam bidang ini. Karena kaderisasi ialah upaya epistemik, oleh sebab itu dibutuhkan orang yang siap, mau dan mampu menyediakan waktunya untuk menjalankan pengkaderan. Pengkaderan sendiri merupakan rangkaian panjang dan melelahkan. Mulai dari mengatur konsep, menyusun jadwal, memilih pemateri yang tepat, rencana tindak lanjut, bagaimana merawat kader hingga pendistribusian kader dan banyak lagi rangkaian yang tidak bisa dituliskan satu persatu.

Menurut saya, kaderisasi ialah ruh sebuah organisasi, tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit membayangkan sebuah organisasi mampu bergerak secara dinamis dan melakukan regenerasi secara kontinuitas. Karena melalui kawah kaderisasilah akan muncul embrio-embrio baru yang nantinya akan meneruskan tongkat estafet perjuangan organisasi. Kaderisasi selalu berusaha membentuk kader yang tidak hanya hebat dalam menyusun program, akan tetapi lebih daripada itu. Kaderisasi harus mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki kecerdasan emosional, memiliki kecerdasan spiritual, kreatif, terampil, menjadi problem solver, mental tangguh serta yang lebih penting dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya.

Dalam kaderisasi ada dua elemen penting yakni subjek kaderisasi dan objek kaderisasi. Subjek kaderisasi yang dimaksud adalah individu-individu yang memiliki kapasitas yang kuat untuk mengkader dan memahami alur kaderisasi dengan baik. Sementara objek kaderisasi ialah sasaran pengkaderan (individu-individu) yang dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi penerus visi dan misi organisasi.

Jadi, kaderisasi menjadi suatu kebutuhan internal dalam sebuah organisasi demi kelangsungan serta kelancaran organisasi. Seperti hukum alam bahwa semua tidak ada yang abadi dan pasti akan digantikan dengan sesuatu yang baru. Meskipun demikian kaderisasi tidak boleh sembaragan dan harus memperhatikan format serta mekanisme yang komprehensif dan mapan. Hal tersebut guna memunculkan kader-kader yang tidak hanya handal dalam menegelola organisasi namun lebih penting daripada itu kader yang memiliki mental tangguh dan berkarakter kuat.

Sukses atau tidaknya organisasi dapat diukur dari pengkaderan yang secara konsisten harus terus berjalan. Oleh sebab itu PC IPNU IPPNU Tulungagung melalui Departemen Kaderisasi mengadakan kegiatan LATIN (Latihan Instruktur) bagi IPNU dan LATPEL (Latihan Pelatih) bagi IPPNU pada 05-08 September 2019 bertempat di Madrasah Diniyah Sabilil Muttaqin desa Pojok Campurdarat. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk menyiapkan kader-kader yang siap menjadi bagian dari kaderisasi dan menjadi Instruktur dan Pelatih kaderisasi guna meratanya pengawalan pengkaderan baik jenjang Makesta serta Lakmud di Tulungagung. Karena sebelumnya untuk mengawal pengkaderan se Tulungagung hanya ada Sembilan peronel dengan komposisi 6 Instruktur dan 3 Pelatih. Dengan adanya tambahan personel dari lulusan LATIN dan LATPEL diharapkan kedepannya pengawalan kaderisasi IPNU-IPPNU se Tulungagung semakin terstruktur, sistematis dan masif. Terakhir, pesan untuk seluruh anggota, kader maupun simpatisan IPNU IPPNU dimanapun berada, “Kecintaan kita pada IPNU IPPNU dilukiskan pada saat pengkaderan bukan saat memperebutkan jabatan, IPNU IPPNU must back to pengkaderan.