Hari Kamis (29/12) sekitar pukul 09.30 tadi pagi acara dimulai, acara dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H, yg diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tulungagung yang bertempat di Halaman kantor DPRD Tulungagung. Dihadiri dari berbagai kalangan pemerintahan Kabupaten Tulungagung, FORPIMDA maupun tokoh masyarakat dan agama serta berbagai organisasi kepemudaan (OKP) bahkan perguruan tinggi di Tulungagung. Pra acara dimeriahkan oleh sholawat dari Kementrian Agama Tulungagung yang suaranya seperti Golden Voice, sudah tidak diragukan lagi tingkat juaranya. Acara dimulai dengan menyayikan lagu indonesia raya, pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh Ust. Misbahul Anam, setelah itu dilanjutkan dengan sambutan. Yang pertama yaitu dari ketua DPRD Tulungagung yaitu Bapak Supriono, SE. M.Si, yang kedua Wakil Bupati Tulungagung yaitu Drs. Maryoto Birowo, MM dan Mauidloh Hasanah oleh KH. Khoirul Rokhim pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Ngungahan Kecamatan Bandung dan diakhiri dengan doa. Dalam sambutannya, selaku ketua DPRD beliau mengatakan kegitan ini untuk menyanjung baginda Rosululloh SAW karena beliau adalah panutan kita semua, semoga kegiatan ini tetap dibudayakan dari tahun ke tahun dikalangan pemerintah yg notabane adalah setir roda kemasyarakatan, beliau juga mengucapkn terimaksih atas kehadiran tokoh agama dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dll. Dari PC IPPNU Tulungagung kali ini diwakili oleh rekanita Itma Waritda selaku bendahara umum PC IPPNU Tulungagung dengan didampingi rekanita Santi dan rekanita Niswa. dalam sambutan bapak wabub menjelaskan bahwa sesungguhnya  peranan umaro.’ dan Ulama itu  sama yaitu mengabdi kepad masyarakat melalui bidang masing-masing, umaro’ dalam bidang  kepemerintahan sedangkan ulama bertugas membenahi akidah.

Adapun yg melatarbelakangi mengapa peringatan maulid nabi ini baru muncul sekitar 3 abad yg lalu, yakni  dulu diarab dibawah kepemipinan sholahudin al ayyubi rakyat arab itu semangat mulai menurun, banyak dari mereka yg mulai mempercayai benda atau hal yg lain melebihi kepercayaannya kepada Allah SWT. Akirnya jaman kepemerintahan dibuatlah sebuah peringatan untuk memulihkan semangat kembali bangsa arab itu yaitu dgn peringtan maulid nabi besar muhammad SAW, lalu dalam mauidhoh hasanahnya sebut saja Cak Rul menambahi apa yang dikatakan Bapak Wabub “kamu boleh mencintai dan meyakini suatu benda ataupun yg lainnya dengan sangat cinta dan percaya benda tersebut mempunyai karomah, namun jangan sampai cintamu dan kepercayaanmu menjadikanmu lupa kepada Alloh SWT

Apapun jika kita melihat semua yangg ada entah itu fenomena benda ataupun yg lainnya dengan pandangan Allah SWT. Semua dari Allah maka akan mendapatkan yang namanya kemudahan, keikhlasan, dan lain-lain. Apapun kesuksesanmu hari ini jika tak ada manfaatnya untuk agama dan orang lain. (ItmaWarida)