Bagaimana Esensi Hari Guru Bagimu?

Tulungagung, pcipnu-ippnutulungagung.or.id - Tepat pada tanggal 25 November 2022 Indonesia merayakan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang ke-77. Peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 25 November 1994, melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas prestasi dan kinerja yang selama ini telah dihasilkan oleh tenaga kependidikan dan guru, peringatan HGN bahkan menjadi salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun  ini yaitu adanya program apresiasi pada guru dan tenaga pendidik supaya bisa lebih termotivasi meningkatkan profesionalisme dan mutu pendidikan nasional.
Guru dikenal sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa” yang tidak mengharapkan pemberian “imbalan” dari siapapun. Saya rasa kita memang tidak bisa memberikan imbalan yang pas untuk para guru kita, namun adanya peringatan HGN ini dapat memberikan ruang bagi para siswa untuk memberikan suatu apresiasi dan tanda terimakasih kepada para gurunya. Bentuk apresiasi ini juga bermacam-macam, misalnya upacara bendera memperingati HGN 2022 yang kabarnya akan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Kemendikbud RI.  Lalu pelaksanaan upacara bendera di sekolah-sekolah, pemberian bunga dari para siswa kepada gurunya bahkan ada  sekolah yang menyiapkan sebuah pertunjukan drama untuk peringatan HGN. Aktivitas-aktivitas seperti itu merupakan hal yang positif dan sepertinya akan meninggalkan kesan di hati para guru. 
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang merupakan perkumpulan pelajar juga perlu untuk ikut serta menyemarakkan peringatan Hari Guru Nasional entah dalam bentuk aktivitas atau kegiatan positif apapun itu. Karena guru memiliki peran yang besar bagi para pelajar. Selain itu, guru juga bukan hanya tokoh yang mengajar dan membimbing kita di lembaga formal seperti sekolah. Seseorang yang memberikan ilmu kepada kita baik di lembaga nonformal seperti guru ngaji, guru les, guru ekstrakulikuler juga patut kita apresisasi.  Di lain sisi, saya rasa Hari Guru Nasional ini sama halnya dengan Hari Ibu dan Hari Ayah, karena guru merupakan orangtua kedua setelah ibu dan ayah. Kita hanya bisa memberikan ucapan terimakasih yang tidak mungkin menyepadani apapun yang sudah beliau-beliau berikan kepada kita. Semoga para guru senantiasa berbahagia dan dalam lindungan Allah SWT. Lalu bagaimana sejatinya esensi Hari Guru bagimu?

Supported by: Tim Lempers & Kominfo

Penulis: Black Lotus

Editor: Zea Mays

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *