KH. Bisri Syansuri

KH. BISRI SYANSURI

Oleh: Mahrisa Khoirotin Nisa

.

Murabbiruuh, Mbah Bisri Syansuri.

Semburat cahaya emas tersirat Tiba tepat pada 5 Dzulhijah 1304 Hijriah.

Terdengar tangis seorang bayi penuh anugerah.

Mustajab, nama kecil penuh harap Sansuri dan Siti Rohmah.

Bumi Tayu Wetan, Pati, Jawa Tengah.

Tempat sang Murabbiruuh tumbuh.

.

Waktu enggan berhenti.

Mustajab bersemi, menghambakan diri Nyantri kepada Syekh Mutamakkin Kajen.

Syaikona Kholil, Kiai Oemar, Tebuireng menjadi saksi rikhlah keilmuanmu.

Berhijrah ke Makkah memperdalam ilmu.

Menjadikan Chadijah sebagai permaisurimu.

.

Mahaguru kami, pendiri Nahdlatul Ulama.

Bersama Kiai Wahab Hasbullah dan Kiai Hasyim Asy’ari.

Bersama Hizbullah engkau satukan tentara santri.

Perintis pesantren perempuan pertama kali.

Tegas dalam berikir, tak luput lentur dalam bersikap.

.

Jum’at, 10 Jumadil Akhir 1400 Hijriyah.

Cahaya emas telah berpulang.

Namun atsarnya masih terus berlalu-lalang.

Di bawah payung teduhmu, Mamba’ul Ma’arif.

Perkenankan kami menjadi santrimu yang arif.

.

Pondok Pesantren Mahasiswa Mamba’ul Ma’arif Tunggulsari

27 Oktober 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *