Tulungagung, pcipnu-ippnutulungagung.or.id – Pelajar dituntut untuk tahu akan dunia publik. Politik sebagai salah satu ruang aspirasi pelajar. Wujudnya setiap lima tahun sekali dalam pergelaran pesta demokrasi yang semua warga Indonesia termasuk pelajar berusia 17 tahun ke atas wajib untuk berpartisipasi. Mengingat pentingnya pengetahuan pelajar mengenai politik, maka tergelarnya acara Talk Show Kebangsaan dan Pleno Rapat Kerja II pada Sabtu (25/06/2022) yang bertempat di Graha Wicaksana DPRD Tulungagung. Tema ‘Politic? Why Not!’ dalam acara ini sangat menarik untuk dikaji. Peserta dalam acara ini yaitu para pengurus PC IPNU IPPNU Tulungagung, sekretaris PCNU Tulungagung dan diulas oleh narasumber dari staf ahli fraksi PKB yaitu Bapak Nurrudin.

Nurrudin (tengah) ketika mengulas mengenai politik, Jaenal Abidin (kiri) sebagai moderator dan Bilqis Ubaida (kanan) ketua PC IPPNU Tulungagung

Acara diawali dengan serangkaian pembukaan, dilanjutkan dengan Lembar PertanggungJawaban (LPJ) kegiatan kemudian Talk Show Kebangsaan dan terakhir Pleno Rapat Kerja II. Ketika talk show berlangsung, Bapak Nurrudin memaparkan bahwa keresahan utama bagi pelajar perihal politik adalah ketidakpahaman harus memulai dari mana, didasari pribadi seorang pelajar yang selalu ingin tahu dibarengi semangat yang masih berapi-api semakin melatih sikap idealisme semakin kuat dan beberapa faktor yang menjadikan pelajar kerap kali berada di sisi kiri dalam hal politik disebabkan oleh ketidaktahuan lebih dalam perihal politik itu sendiri sementara sisi lainnya adalah disebabkan oleh kecenderungan pelajar melihat role model dari sosok yang berperan dalam politik itu sendiri. “Bagi pelajar harusnya ini (politik) menjadi sebuah kegelisahan yang memang harus dibahas mendalam, melihat pelajar NU kini menjadi sosok yang harusnya paling berperan dalam rangka memahami betul nilai-nilai politik yang terdapat di dalam NU,” imbuhnya.

Selanjutnya Pleno Rapat Kerja II diawali dengan penyampaian program-program secara rinci dari masing-masing departemen dan lembaga yang ada di PC IPNU IPPNU Tulungagung kemudian dilanjutkan pengesahan bersama. Acara ditutup dengan sambutan dari ketua PC IPPNU Tulungagung, “Saya dan Pengurus Harian (PH) disini bukan apa-apa tanpa jajaran pengurus sekalian, membutuhkan bantuan, kepekaan dan kesadaran kalian serta dengan menjadi pengurus cabang bukan waktunya dioprak-oprak lagi, mari kita melangkah bersama,” pungkas rekanita Bilqis. Diharapkan dengan adanya acara ini para pelajar khususnya PC IPNU IPPNU Tulungagung lebih melek terhadap politik dan tidak memiliki stigma negatif terhadap politik.

Supported by: Tim Lempers & Kominfo