Baru-baru ini Kementerian Agama (Kemenag) mengeluarkan wacana pembukaan kembali pesantren di tengah New Normal. Menanggapi wacana tersebut, PC IPNU IPPNU Tulungagung melakukan beberapa penyikapan. Salah satu penyikapan adalah berupa melakukan pendataan jumlah kader-kader IPNU IPPNU di Tulungagung yang akan berkemungkinan untuk kembali ke pesantren di tengah New Normal.

Mauludin Qoironi selaku ketua PC IPNU Tulungagung mengatakan “adanya wacana pengaktifan kembali Pesantren ini memang baik, akan tetapi menurut kami harus ada catatan khusus dalam penerapannya. Kami telah mendata jumlah kader-kader santri IPNU IPPNU yang akan kembali ke pesantren, khususnya santri yang berasal dari Tulungagung”. Roni menambahkan data tersebut akan di serahkan kepada Bupati Tulungagung melalui PC RMI Tulungagung. “Apabila mereka kembali ke pesantren, seyogyanya pemerintah bisa membantu dan menjamin keselamatan dan kesehatan mereka khususnya di bidang protokol kesehatan.” imbuhnya.

Sementara itu, Indah Khoirun Nada ketua PC IPPNU Tulungagung menegaskan “Sesuai dawuh ketua PCNU Tulungagung beberapa hari lalu bahwa kita mengalami kerugian secara pendidikan moral dan agama karena hampir 3 bulan santri dipulangkan. Akan tetapi, apabila mereka harus kembali sekarang, ini harus ada perhatian dari pemerintah jangan sampai malah kesehatan dan keselamatan mereka terancam”. Sesuai data yang masuk ada 1726 kader santri IPNU IPPNU se-kabupaten Tulungagung yang akan kembali ke pesantren. Sehingga, menurut Indah harus ada kejelasan regulasi dan perhatian khusus dari pemerintah akan hal tersebut. “Kalaupun wacana tersebut akan dilaksanakan, kami menghimbau kepada kader santri se Tulungagung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan arahan dari pemerintah, pengasuh pesantren, dan PCNU Tulungagung.” Pungkas Ketua PC IPPNU Tulungagung tersebut. (hmd)