Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Ngunut mengadakan kegiatan yang bertujuan memberikan pemahaman keorganisasian kepada jajaran pengurus barunya. Kegiatan itu diberi nama Konstelasi Penunjang Kader yang disingkat KPK.

“Nama KPK diambil dari kemarin lagi booming korupsi tentang bansos. Maka muncullah pemikiran akronim KPK untuk kegiatan di PAC Ngunut,” terang Ketua PAC IPNU Ngunut Wahyu Najibur Rizal pada Selasa (12/01/2021).

Kegiatan itu dilaksanakan secara daring via zoom dan youtube selama 3 hari, yaitu tanggal 1-3 Januari 2021. Para peserta mengikutinya dari rumah masing-masing. Najib mengungkapkan bahwa pertemuan secara daring menjadi inovasi untuk berkegiatan di era pandemi.

“Hari pertama judul kegiatannya adalah Koordinasi Pelatihan dan Study Internal (Korupsi). Kemudian pada hari kedua, Optimalisasi Tatanan Terstruktur (OTT). Hari terakhir yakni Gerakan Silaturahmi Afiliasi dan Komunikasi (Gratifikasi),” terang mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah STAI Diponegoro Tulungagung itu.

Lanjut Najib, Narasumber di hari pertama adalah alumni PAC IPNU Ngunut yang juga tengah menjabat sebagai wakil sekretaris Departemen Kaderisasi PC IPNU Tulungagung, Rekan M. Farit Zamzami. Pesertanya adalah semua pengurus PAC IPNU -IPPNU Ngunut masa khidmat 2020-2022 yang baru dibentuk.

Sementara untuk hari kedua, pesertanya adalah Komandan DKAC CBP-KPP PAC Ngunut, Komandan CBP-KPP PR/PK sekecamatan Ngunut dan Pengurus PAC Ngunut. Untuk narasumbernya adalah Komandan Ahmad Sholeh dari PW IPNU Jatim dan Eni Barokatut Thoyibah, Komandan KPP Tulungagung.

Najib melanjutkan, kegiatan di hari ketiga diikuti oleh seluruh pengurus PAC IPNU IPPNU Ngunut dan kader IPNU IPPNU se-Jawa Timur dengan narasumber Rekan Muhammad Ishomuddin Haidar dari PW IPNU Jawa Timur.

M. Farit Zamzami selaku alumni dan sekaligus pemateri pada hari pertama sangat mengapresiasi kegiatan itu. Pasalnya, kegiatan itu bisa menjadi bekal kepengurusan baru untuk mengetahui potensinya dan role model yang diinginkan sehingga akan lebih nyaman dalam mengembangkan diri.

Senada dengan Zami, Ketua PC IPNU Tulungagung Mauludin Qoironi mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum pengokohan pondasi berorganisasi agar ke depannya mampu menahan terpaan-terpaan dalam dinamika berorganisasi.

Pewarta: Zulfa Djulfikri