Guna mencapai Indonesia maju, tidak hanya sekadar mengandalkan sumber daya alam (SDA) dan industri saja, tetapi juga sumber daya manusia (SDM). Kaum milenial merupakan SDM segar yang perlu dikawal.

“Kita ketahui, IPPNU (dan IPNU) berbasis kaum milenial yang perlu dikawal,” tegas ketua PC IPPNU Tulungagung, Indah Khoirun Nada dalam forum  Sarasehan Pemuda Indonesia Maju, Jumat (14/8).

Forum yang diinisiasi Garda Bangsa Cabang Tulungagung itu digelar di Graha Kebangkitan Bangsa Kantor Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Tulungagung. Hadir sebagai panelis, PC IPNU Tulungagung, PC IPPNU Tulungagung, PMII dan KORPRI Cabang Tulungagung, GP Ansor Cabang Tulungagung dan Fatayat NU Tulungagung.

Untuk mencapai Indonesia Maju, lanjut Indah, dibutuhkan kaum milenial yang aktif, produktif, inovatif dan kreatif. Ia menyingkatnya dengan APIK.

“Model milenial APIK inilah yang nantinya mampu membawa Indonesia maju. Ketika sudah maju, milenial APIK harus dipertahankan untuk tetap bisa mengembangkan dan terus memajukan Indonesia,” terang sarjana lulusan IAIN Tulungagung itu.

Indah menjelaskan, IPPNU dan IPNU mempunyai sistem kaderisasi berjenjang. Organisasi pelajar NU Tulungagung itu juga mewadahi potensi para pelajar dalam lembaga yang dibentuknya, seperti pers dan lekas (lembaga ekonomi kewirausahaan dan koperasi). Dengan demikian, ia optimis bahwa para milenial akan mampu bersaing baik dalam ranah ideologi ataupun skill.

“IPPNU (dan IPNU) gencar melakukan pelatihan, seperti pelatihan jurnalistik dan administrasi. Kami juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan, seperti membuat video materi untuk MOP daring di tengah pandemi,” pungkasnya.

Sementara itu, ketua PC IPNU Tulungagung, Mauludin Qoironi menjelaskan bahwa dalam mengawal kaum milenial, IPNU dan IPPNU mempunyai peran strategis dalam 3 ranah, yakni pendidikan, ekonomi dan sosial.

“Dalam pendidikan di masa pandemi ini, kami mempunyai program seperti IPNU Educare. Itu harus kita maksimalkan. Berkaitan dengan ekonomi,  kita harus proaktif dan berinovasi untuk membangun kemandirian ekonomi untuk pribadi dan organisasi. Di ranah sosial, di tengah pendemi ini, kami melakukan bagi-bagi masker,” jelas mahasiswa STAI Diponegoro Tulungagung itu.

Pewarta : Zulfa Djulfikri